Air Genangi Makassar,Dinas PU Salahkan Warga

oleh -163 views
MAKASSAR ,www.portalmetro.co.id — Sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga tergenang air setelah diguyur hujan semalaman, Jumat (22/5/2020).

Air menggenangi Jl Faisal, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar hingga sore.

Ada tiga lorong yang tergenang air di daerah itu, Jl Faisal II, X, dan XI.

Ketinggian air mencapai betis pria dewasa.

Fenomena itu juga terlihat di AP Pettarani.

Genangan air dari arah Kantor Disperindag Kota Makassar sampai jalan masuk RS Faisal.

Pengguna jalan, baik roda dua, maupun roda empat harus melambat melalui jalan itu.

Kondisi itu diperparah penumpukan kendaraan di jalur rekayasa lalulintas untuk pengerjaan jalan layang.

Plt Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar Syafar Madjid mengatakan, genangan air yang terjadi di Makassar disebabkan ulah warga yang membuang sampah sembarangan.

“Tadi Satgas drainase menemukan banyak sampah di saluran yang memicu terjadinya penyumbatan saluran air. Tentu yang membuang ini oknum yang tak ada kesadaran menjaga lingkungan,” kata Syafar.

Saluran drainase di Makassar tidak terkoneksi baik akibat sampah plastik, pipa, dan kayu.

“Jadi rata-rata saluran kecil yang ada di jalur protokol itu tersumbat. Ini juga sebagian karena intensitas hujan yang lebat,” ujar Syafar.

Dinas PU Makassar telah menurunkan Satgas untuk menangani genangan ini secara cepat.

Selain sampah, luapan air kanal juga menjadi pemicu terjadinya genangan di Makassar.

Meski begitu, lanjut Syafar genangan yang terjadi di Makassar itu tidak berlangsung lama. Setelah hujan reda, air jug ikut surut.

“Tadi kita pantauan dari subuh sampai sore. Ini genangan tidak berlangsung lama. Kita amati, setelah hujan reda air juga ikut surut,” jelasnya.

Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf meminta semua OPD untuk fokus pada bidang dan tugasnya.

“Semua harus fokus kepada bidangnya masing-masing,” katanya.

Dinas PU Kota Makassar mengalokasikan Rp 51 miliar untuk penanganan banjir dan genangan air di APBD 2020.

Rinciannya, Rp 20 miliar untuk pengendalian genangan, Rp 20 miliar untuk pembangunan saluran drainase, dan Rp 11 miliar untuk rehabilitasi saluran drainase.

Hindari Berteduh di Bawah Pohon

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar dua hari berturut-turut membuat sebagian Kota Makassar terdampak.

Di Kecamatan Panakkukang, selain genangan air di jalan protokol, pohon tumbang juga menutup jalan.

Camat Panakkukang M Tahir Rasyid mengatakan, dua pohon tumbang di wilayahnya dalam dua hari terakhir.

Tepatnya di Jl AP Pettarani dan Jl Angkasa.

“Tidak ada korban jiwa saat terjadinya pohon tumbang di wilayah kami. Alhamdulillah tadi sore sudah kita pangkas dan angkut pohonnya,” kata Tahir.

Dia mengimbau pengendara agar tidak berteduh di pohon saat hujan mengguyur jalur yang dilalui. Hal ini untuk mencegah jatuhnya korban akibat pohon tumbang.

Sumber : Tribun Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *