Diduga Terindikasi Penyelewengan Dana Desa,KT Dan Masyarakat Desa Masing Kabupaten Banggai Protes Pemdes

oleh -158 views

Banggai, PORTALMETRO.CO.ID, — Karang Taruna dan masyarakat Desa Masing,Kecamatan Batui Selatan, kembali keluhkan penggunaan anggaran dana Desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Masing.

Menurut Ketua karang Taruna Desa Masing, Hermansyah, mengungkapkan bahwa pengunaan dana desa dari tahun 2015 sampai 2019 tidak transparan dan tidak jelas dalam penggunaannya.

“Hal ini terbukti bahwa aparat atau pemdes tidak pernah memberikan LPJ APBDes kepada BPD Selaku keterwakilan masyarakat, Tidak adanya sosialisasi APBDes sebagaimana ditentukan dalam aturannya, sehingga warga desa minim informasi tentang hal tersebut” Jelas Hermansyah.

Sejalan dengan ketua Karang Taruna, Macrochepalon, Sultan, Mantan ketua BPD Masing (2015-2019), membenarkan dalam surat pernyataannya bahwa selama ia menjabat, pihak Pemdes tidak pernah memberikan LPJ APBDes maupun laporan realisasi anggaran Dana Desa.

Hermansyah juga, mengatakan bahwa, pihak pemdes diduga terindikasi melakukan penyelewengan terhadap dana Desa.

“APBDes anggaran tahun 2019 untuk pengadaan kursi karang taruna 300 buah, namun realisasinya hanya 224 buah” Jelasnya.

Lebih lanjut, Anca Sapaan Akrabnya, membeberkan bahwa saat ini masyarakat dan Karang Taruna Masing juga mempertanyakan terkait hilangnya uang ADD Masing, senilai 40 Juta.

“Kami menilai Pemdes Masing lalai dalam menjalankan roda pemerintahannya, terbukti dengan adanya uang ADD sebesar 40 juta yang hilang” Tutur kembali Anca.

Menanggapi persoalan hilangnya uang 40 juta, Mustamin, Bendahara Desa Masing membenarkan bahwa telah terjadi kehilangan uang ADD sebesar 40 Juta.

“Tanggal 4 bulan 9 tahun 2019, Wawan (Kaur Kesra/red) atas perintah Kades datang meminjam uang 40 Juta untuk mengantar orang sakit ke Makkasar. Namun, beberapa hari kemudian saya konfirmasi ke Kades ternyata Kades mengatakan tidak benar terkait peminjaman uang ini” Ungkap Mustamin, Rabu (1/7/2020), saat di temui awak media dikediamannya.

Berbeda penjelasan dengan bendahara, Kaur Kesra Desa Masing, Setiawan juga, mengelak bahwa ia telah menerima uang 40 Juta dari Bendahara Desa Masing dan menganggap bahwa tanda tangannya telah di palsukan.

“Saat ini saya sudah buat laporan ke Polsek Batui” Singkat Setiawan.

Karang Taruna dan masyarakat desa Masing berharap pihak terkait untuk bisa memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Desa Masing demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan profesional dengan berorientasi pada pelaksanaan program pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap keseriusan pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan ini” Tambah Andi Benteng, Masyarakat Desa Masing ini.

Sementara itu, Kepala Desa, Saharudin saat hendak ditemui awak media ini, Rabu (1/7/2020),di Kantor dan rumah pribadinya, tampak kosong dan tertutup.

Reporter : M.adjadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *