Peduli Gempa Mamuju dan Majene Aliansi Pemuda Desa Doda bersama komunitas Anak Muda Tinangguli Kabupaten Pasangkayu Lakukan Donasi

oleh -100 views

Sarudu (Sulbar),Portalmetro.co.id — Aliansi Pemuda Desa Doda dan beserta keluarga desa doda Kecamatan Sarudu Kabupaten Pasangkayu, melaksanakan donasi dengan menggalang bantuan,berupa Barang,makanan,Air Aqua,mie instan dan Popok bayi dan lain lain (sembako).

Penggalangan Donasi ini di laksanakan 3 hari pergerakan ,Mulai Sejak hari Minggu tanggal (17/1/2021) berakhir sampai besok Selasa (19/1/2021).

Dalam penggalangan bantuan Donasi ini,Komunitas anak muda Tinangguli kecamatan Sarudu bersama Aliansi Pemuda Desa Doda sampai hari ini Senin (18/1/2021) telah berhasil mengumpulkan uang Tunai dari berbagai sumbangan masyarakat Keluarga Desa Doda ,sebesar Rp.10.200.000,- (Supuluh juta dua ratus ribu rupiah), begitupun dana sumbangan dari komunitas pemuda Tinangguli sebesar Rp.4.700.000,- (empat juta tujuh ratus ribu rupiah) total sumbangan uang tunai Rp.14.900.000,- (empat belas juta sembilan ratus ribu rupiah) dana ini akan disalurkan langsung ke tempat pengungsian korban Gempa Mamuju dan Majene serta Tappalang.

“Musibah ini merupakan ujian dari Tuhan YME yang tidak bisa kita hindari mungkin ini teguran untuk kita semua supaya lebih lagi dalam membenahi diri tapi kita tetap harus kuat untuk menjalani cobaan semoga di balik bencana ini ada hikmah tersendiri dari sang khaliq”Ucap Rian Agung Purnama salah satu Koordinator Penggalang dana,Pergerakan Peduli Gempa Mamuju dan Majene saat dihubungi media ini melalui nomor Hp/WhatsApp 0853.2097xxxx.

Rencana Bantuan uang Tunai akan dibelanjakan sesuai Kebutuhan Para Pengungsi Akibat Gempa,dan barang bantuan Aqua,mie instant,popok, juga barang lainnya berupa Sembako,dibawa langsung Ke Mamuju dan Majene pada Selasa (19/1/2021) dengan mengendarai mobil .

Seperti yang telah diketahui dari sumber Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan korban jiwa akibat gempa Majene dan gempa Mamuju di Sulawesi Barat.

Berdasarkan data Hari Minggu 17 Januari 2021, pukul 14.00 WIB, korban meninggal bertambah menjadi 73 orang.

Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene, dengan rincian antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang, dan 275 orang luka ringan.

Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 tempat pengungsian.Mereka tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua.

***Penulis : Muhammad NurNas***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *