Ini Fakta Menarik Tentang Kompol Yuni Purwanti, Ibu Polwan Pesta Narkoba di Hotel,Terancam Dipecat

oleh -95 views

Portalmetro.co.id —  Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jawa Barat menangkap Kapolsek Astana Anyar Komisaris Polisi (Kompol) Yuni Purwanti di sebuah hotel di Kota Bandung. 

Kompol Yuni Purwanti disebut-sebut menggunakan narkoba bersama 11 anggotanya di kamar hotel di Kota Kembang.

Adapun penangkapannya berawal dari informasi masyarakat yang resah atas tindakan sang polwan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago menyatakan perwira polisi itu kini masih menjalani pemeriksaan.

“Yang jelas memang ada anggota Polsek Astana Anyar yang diamankan terkait diduga menyalahgunakan narkoba,” ujar Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung,Rabu (17/2/2021).

Namun ia mengatakan polisi itu adalah Kapolsek Astana Anyar.

Saat ini, Kapolsek Astana Anyar dijabat oleh seorang polisi wanita atau polwan berprestasi.

Polwan tersebut adalah,Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi .

Lantas bagaimana fakta-fakta penangkapan ini? Berikut keterangan dari Kombes Pol Erdi A Chaniago:

1. Berawal dari Pengaduan

Penangkapan Kompol Yuni Purwanti menurutnya ada pengaduan dari masyarakat.

Pengaduan masyarakat itu disampaikan ke Propam Mabes Polri.

“Kemudian Propam Mabes Polri menyampaikan ke Propam Polda Jabar. Seketika Propam Polda Jabar bergerak menuju Polsek Astana Anyar untuk mencari beberapa orang yang sudah dicurigai,” ujar Erdi.

2. Ditangkap di Hotel

Meski belum jelas di hotel mana, penangkapan disebut-sebut dilakukan di sebuah hotel.

Mereka diamankan Propam Polda Jabar di salah satu hotel di Kota Bandung, Selasa (16/2/2021).

Dugaannya karena penggunaan narkoba.

3. Tes Urine Positif

Dari penangkapan itu, propam kemudian melakukan tes urine pada mereka yang dicurigai.

Dan hasilnya positif urine menggunakan sabu-sabu.

“Totalnya ada 12 anggota. Termasuk termasuk Kapolsek Astana Anyar. Soal apakah semuanya anggota Polsek Astana Anyar sedang didalami,” ucap Erdi.

4. Barang Bukti

Dikutip dari Laman Tribunnews.com, memperoleh informasi ada tujuh gram sabu-sabu yang diamankan dalam penangkapan tersebut.

Namun itu belum diungkap Erdi.

“Barang bukti tidak ada. Tapi, ada satu kasus yang ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar yang satu kasus awalnya, itu memang ada barang buktinya.”

“Tapi yang di polsek itu tidak ada dan kebetulan ada beberapa orang yang positif setelah dicek urinenya, ini yang akan didalami,” ucap Erdi.

5. Terancam Dipecat

Dalam penangkapan itu, selain Kapolsek, ada satu perwira di Polsek yang turut diamankan.

“Mereka yang terlibat ancaman sanksinya penurunan pangkat hingga bisa dipecat,” ucapnya.

Ia memastikan pelayanan publik di Polsek Astana Anyar seperti pembuatan SKCK masih berjalan.

6. Terlibat Jaringan?

Kini mereka yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan meliputi sumber dari narkoba jenis sabu yang digunakan hingga keterlibatannya dengan jaringan pengedar narkoba di Indonesia.

“Semuanya masih di dalami propam di Polda Jabar, ya,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Rabu (17/2/2021).*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *